Tampilkan postingan dengan label info jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info jakarta. Tampilkan semua postingan

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Jatuh 19 Agustus



BERITAJAKARTA.COM — 11-08-2012 21:10
Jika pemerintah belum menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah, organisasi Muhammadiyah telah memutuskan akan merayakan lebaran pada 19 Agustus 2012 atau hari Minggu. Keputusan ini diambil setelah melalui perhitungan hisab bulan, serta melihat posisi bulan.
"Kita sudah melihat bulan di 15 Ramadhan tampak penuh. Menurut ahli-ahli kita berpuasa 30 hari, sehingga kalau dihitung dari awal nanti 19 Agustus lebaran," ujar Agus Suradika, Ketua DPW Muhammadiyah DKI Jakarta, usai acara buka puasa bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Sabtu (11/8).
Agus yang juga Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan, Muhammadiyah memang sering berbeda dengan pemerintah. Namun hal tersebut hendaknya tidak dijadikan permasalahan yang berarti. "Karena bulan bergeser nol koma beberapa derajat saja itu sudah dihitung. Hanya beda dalam cara melihat saja," tukasnya.
Agus menambahkan, dalam kehidupan berbangsa warga Muhammadiyah juga sama seperti lainnya. Meskipun memiliki lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan, hal tersebut tidak dikhususkan untuk warga Muhammadiyah. "Kita melayani semua warga tanpa memandang ras atau pun agama," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, peran Muhammadiyah di bidang pendidikan dan dakwah sangat baik dalam kehidupan berbangsa. Ia menilai Muhammadiyah cukup berperan menentukan keharmonisan bermasyarakat. "Jadi kalau ada perbedaan lebaran atau masalah penanggalan tidak perlu dipersoalkan. Yang penting bisa berjalan bersama dan menyatu dalam Islam," paparnya.
Dalam acara tersebut, gubernur juga sempat memberikan santunan serta kartu sehat ke beberapa warga. Selain itu kartu pendidikan gratis 12 tahun juga diberikan gubernur kepada perwakilan siswa dari Muhammadiyah.

Jejak Buangan Belanda di Masjid Jami Tambora



BERITAJAKARTA.COM — 26-06-2012 13:54
Menjadi orang buangan sangat identik dengan ketersia-siaan. Namun, tidak bagi KH Moestoyib, Ki Daeng, dan kawan-kawan. Para pejuang yang lama menetap di Sumbawa, tepatnya di kaki gunung Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, memiliki peran besar atas berdirinya Masjid Jami Tambora yang kini masih berdiri kokoh.

Masjid yang berlokasi di Jalan Tambora Masjid (dahulu Jalan Blandongan) RT 03/03, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, yang kini telah menjadi benda cagar budaya merupakan peninggalan para pejuang yang sengaja dibuang Belanda di Batavia. Ketua Pengurus Masjid Tambora, Yakub menjelaskan, masjid tersebut dibangun pada tahun 1181 Hijriah atau 1761 Masehi, setelah KH Moestoyib, Ki Daeng dan teman-temannya dibuang ke Batavia oleh kompeni pada tahun 1755 akibat penentangannya dan menjalani hukuman di penjara di Batavia selama lima tahun. Setelah bebas tahun 1761 Masehi, KH Moestoyib, Ki Daeng dan rekan-rekannya yang ingin menetap di Batavia, jelas Yakub kemudian mendirikan masjid tersebut.

“Jadi awal dibangunnya masjid yang akhirnya diberi nama Masjid Jami Tambora merupakan sebagai wujud syukur KH Moestoyib, Ki Daeng dan rekan-rekannya setelah bebas dari penjara dan ingin menetap di Batavia,” ujar Yakub, Selasa (26/6).

Yakub menjelaskan, sejak masjid selesai dibangun peribadatan dipimpin oleh KH Moestoyib sampai wafat. Letaknya yang persis di pinggir anak Sungai Ciliwung membuat masjid tersebut banyak didatangi para pedagang yang ingin shalat. Maklum transportasi air menjadi andalan warga saat itu. Ada kisah lain yang cukup menarik dari masjid tersebut, karena saat zaman peperangan melawan NICA tahun 1945, masjid itu juga digunakan para pejuang Indonesia yang dipimpin Mad Supi sebagai markas perjuangan pemuda Muslim. Namun sayangnya, pada bulan Oktober tahun yang sama masjid diserang NICA, dan Mad Supi serta rekan-rekannya pun ditawan Belanda.

“Jadi dahulu selain sebagai tempat musyawarah para pemuda Muslim untuk melawan NICA, juga sebagai tempat shalat para pedagang yang melintas di anak Sungai Ciliwung,” ujar Yakub.

Saat ini keberadaan masjid tersebut masih berdiri kokoh pada lahan seluas 2.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.250 meter persegi. Masjid dengan gaya arsitektur paduan Arab, Belanda, dan Cina itu tampak unik. Perpaduan tiga negara itu bisa dilihat dari tegel tiang penyangga lingkup masjid yang saat ini dicat berwarna merah bertuliskan huruf Arab. Atap masjid yang dibuat tumpang dua berbentuk limasan mengakomodir gaya Cina, serta kayu pada pada pintu yang bergaya Belanda. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa KH Moestoyib dan Ki Daeng yang wafat tahun 1836, makam mereka diletakkan di sisi sebelah kiri masjid.

Pulau Panggang, Saksi Kehebatan Pendekar Darah Putih



BERITAJAKARTA.COM — 29-02-2012 10:00
Selain menyimpan keindahan alam yang eksotik dan alami, keberadaan pulau-pulau yang terhampar di perairan teluk Jakarta ternyata memiliki sejarah panjang dengan keunikannya masing-masing. Salah satunya seperti Pulau Panggang. Ya, Pulau Panggang, salah satu pulau di Kecamatan Kepulauan Seribuutara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu ternyata memiliki sejarah panjang dan heroik. Berbagai versi pun muncul melatarbelakangi asal muasal cerita Pulau Panggang. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di pulau ini meyakini adanya cerita seorang ksatria yang lebih dikenal dengan sebutan, Pendekar Darah Putih. Kala itu, sang ksatria sempat terdampar di pulau tersebut yang saat ini bernama Pulau Panggang. 

Masyarakat setempat meyakini terdapat dua versi mengenai Riwayat Pendekar Darah Putih. Cerita pertama, konon pendekar tersebut terdampar di Pulau Paniki yang letaknya tak jauh dari Pulau Panggang. Kala itu, warga setempat yang tengah mencari ikan menemukan sang pendekar tergeletak dengan kondisi tak sadarkan diri di pantai Pulau Paniki.

Sedangkan versi kedua menyebutkan, Pendekar Darah Putih berasal dari daerah Mandar, Sulawesi. Sedangkan kedatangannya di Pulau Panggang kala itu untuk mencari kerabatnya. "Warga sendiri menggambarkan kalau Pendekar Darah Putih adalah sosok lelaki gagah berani yang memiliki ilmu beladiri tinggi. Hal itu diketahui, setelah Pendekar Darah Putih bersama warga berhasil mengusir dan menangkap segerombolan perompak atau bajak laut yang waktu itu akan merampok harta benda warga Pulau Panggang," ujar Hamdi (33), Ketua Sanggar Apung Pulau Panggang, kepada beritajakarta.com, Rabu (29/2).

Sejarah Pendekar Darah Putih, dikatakan Hamdi, dimulai saat sang ksatria tersebut bertarung dengan belasan perompak atau bajak laut. Dalam pertarungan yang tidak berimbang itu, perompak berhasil melukai lengannya. Namun, dari luka tersebut, bukannya darah merah yang keluar, tetapi justru mengeluarkan darah berwarna putih. "Sejak saat itu, warga memberinya gelar Pendekar Darah Putih," kata Hamdi.

Menurut Hamdi, keberadaaan Pendekar Darah Putih ini berkaitan erat dengan nama Pulau Panggang. Dengan aksi heroiknya, Pendekar Darah Putih yang saat itu dibantu warga akhirnya berhasil mengalahkan gerombolan perompak, serta berhasil menawan tiga dari belasan perompak yang menyerangnya. "Pendekar ini mencari siasat dengan menyuruh warga membuat perapian (Pemanggangan), agar para perompak tersebut merasa kapok dan tidak kembali lagi," ucapnya.

Setelah membuat pemanggangan tersebut, api yang berkobar besar dari pemanggangan itu membuat nyali perompak menjadi ciut. Warga pun sempat berteriak agar para perompak itu dipanggang hidup-hidup. Kemudian salah seorang warga bersandiwara untuk berteriak kepanasan, seperti terbakar hingga teriakan terhenti seakan sudah meregang nyawa.

Mendengar teriakan itu, tawanan yang ditutupi matanya dengan sehelai kain pun merasa takut. Tawanan itu menganggap, salah satu rekannya telah tewas di atas pemanggangan terpanggang api. Sebab, tercium bau daging terbakar oleh para tawanan ini. Padahal bau itu berasal dari seekor kambing yang sengaja dibakar oleh Pendekar Darah Putih. "Setelah siasat itu selesai, dua perompak kemudian dilepas dan yang lainnya ditawan di suatu tempat yang tidak diketahui," ungkap Hamdi.

Berkat keberanian Pendekar Darah Putih, warga setempat akhirnya menamakan pemukimannya tersebut sebagai Pulau Panggang. Memang tidak ada yang mencatat perjalanan hidup Pendekar Darah Putih penyelamat Pulau Panggang ini. Namun, sebagian besar masyarakat Pulau Panggang secara turun temurun mempercayai riwayat tersebut dengan adanya batu nisan yang terdapat di Pulau Panggang, dan juga menjaga peninggalan makam kuno yang diyakini tempat
bersemayamnya sang pendekar tersebut. "Kami belum mengetahui tahun berapa muncul dan tewasnya Pendekar Darah Putih. Namun, saat itu, riwayatnya kira-kira bersamaan dengan periode zaman si Pitung," ungkapnya.

Hamdi juga mengungkapkan, pada tahun 1761, Pulau Panggang menjadi tempat perlintasan atau tempat persinggahan masyarakat yang akan menuju Pulau Paniki dan Pulau Sabira sebelum tiba di Batavia yang pada waktu itu masih dikuasai VOC. Pada tahun 1824, berdasarkan kartografi, pulau panggang telah berpenghuni. "Dulu pada tahun 1761 Pulau Panggang disebut juga Pulau Pangan, dan di tahun 1906 menjadi Pulau Long atau Pulau Panjang, dan pada tahun 1986 ditetapkan sebagai Kelurahan Pulau Panggang, tetapi meningkatnya status Kepulauan Seribu dari kecamatan menjadi kabupaten administrasi, Kelurahan Pulau Panggang disahkan kembali pada 27 Juli 2000 silam," kata Hamdi.

Peninggalan sejarah yang masih tampak kokoh dan terpelihara adalah gedung bertipe zaman kolonial yang kini dijadikan Kantor Kelurahan Pulau Panggang. Meski sudah mengalami renovasi, keaslian gedung yang diperkirakan dibangun pada tahun 1618 ini tetap dipertahankan hingga kini. "Menempati area seluas 62,10 hektar, Kelurahan Pulau Panggang kini dihuni sekitar 5.443 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan," katanya.

Selain itu, terdapat juga makam-makam kuno yang diyakini masyarakat setempat sebagai makam Pendekar Darah Putih, Kapitan Saudin dan Kapitan Abdul Malik yang berasal dari Banten. "Makam-makam kuno itu juga merupakan bagian dari peninggalan sejarah panjang Pulau Panggang," tuturnya.

Bagi para wisatawan, yang ingin berkunjung ke Kelurahan Pulau Panggang tak perlu khawatir akan kesulitan mengunjunginya. Sebab, saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan alat transportasi yang memudahkan para pengunjung menuju kawasan Kepulauan Seribu termasuk Pulau Panggang. Ya, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan alat transportasi laut dari dermaga Pantai Marina Jaya Ancol dan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Januari lalu.

Di Pantai Marina, disediakan transportasi berupa speedboat, sehingga waktu yang ditempuh akan lebih cepat. Sedangkan, di Pelabuhan Muara Angke terdapat kapal Lumba-Lumba atau Kerapu, dan kapal ojek atau kapal tradisional dengan tarif relatif lebih terjangkau dengan waktu tempuhnya yang lumayan panjang. Sedangkan jarak Pulau Panggang dari daratan Jakarta kurang lebih dapat ditempuh sejauh 74 kilometer.

Jejak Ulama Banten di Barat Jakarta



BERITAJAKARTA.COM — 20-03-2012 10:18
Mungkin kita pernah dengar nama lapangan sepakbola Wijayakusuma atau nama kantor Kelurahan Wijayakusuma, di Kecamatan Grogolpetamburan, Jakarta Barat. Tapi, siapa sangka jika nama itu diambil dari nama seorang ulama besar dari Banten bernama, Pangeran Wijayakusuma.

Ya, nama Pangeran Wijayakusuma memang tidak pernah bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya Jakarta. Tak heran, makamnya pun yang berlokasi di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Kampung Gusti, Kelurahan Wijayakusuma, Kecamatan Grogolpetamburan, itu tetap terjaga dan dijadikan benda cagar budaya oleh Pemprov DKI.

Handoyo (60) juru kunci yang merupakan generasi ketiga penjaga makam tersebut, mengatakan Pangeran Wijayakusuma pada masanya dikenal sebagai seorang ulama yang disegani. Ia juga merupakan penasihat dan panglima perang pada masa kejayaan Pangeran Jayakarta, Wijayakrama, sekitar abad ke-17 yang berjuang melawan Belanda (VOC) di Batavia. Menurutnya, nama Wijayakusuma sendiri diambil dari bahasa Jawa, Wijaya berarti kemenangan dan Kusuma artinya kembang. Sehingga jika diartikan Wijayakusuma yaitu sebagai, Kembang Kemenangan.

“Riwayat Pangeran Wijayakusuma sampai saat ini masih samar karena belum ada keterangan yang pasti. Namun yang saya tahu Pangeran Wijayakusuma dulunya merupakan ulama yang sangat disegani, sekaligus penasehat dan panglima perang pada masa kejayaan Pangeran Jayakarta,” ungkap Handoyo, Selasa (20/3).

Sudin Kebudayaan Jakarta Barat, mencatat Pangeran Wijayakusuma adalah pangeran dari Banten yang datang pada saat Jayakarta di bawah kekuasaan, Wijayakrama, atas perintah Sultan Banten, Maulana Yusuf. Penugasan ini terkait isu, Pangeran Jayakarta, Wijayakrama telah bekerja sama dengan Belanda dalam pengelolaan tanah.“Atas perintah Sultan Banten, Maulana Yusuf, Wijayakrama ditarik kembali ke Banten,” tambah Taufik Ahmad, Kasudin Kebudayaan Jakarta Barat.

Selanjutnya, posisi Pangeran Jayakarta, Wijayakrama, digantikan oleh putranya, Pangeran Ahmad Jakerta. Namun karena usianya masih dianggap terlalu muda untuk mengatur roda pemerintahan, ia selalu didampingi Pangeran Wijayakusuma meski saat itu perselisihan antara Belanda dengan pemerintah yang dipimpin oleh Pangeran Ahmad Jakerta terus berlangsung.

Namun, mengingat usia Pangeran Wijayakusuma sudah semakin lanjut, ia tidak dapat lagi mendampingi Pangeran Ahmad Jakerta secara langsung, hingga akhirnya Pangeran Wijayakusuma memisahkan diri dan mundur ke arah barat ke daerah Jelambar hingga wafat dan dimakamkan di daerah yang sekarang dikenal sebagai makam Pangeran Wijayakusuma yang berada di Kampung Gusti, Jelambar, Jakarta Barat.

“Jadi sampai saat ini hanya sebatas data tersebut yang kami miliki. Tapi karena ketokohannya, setiap ulang tahun kota Jakarta, lokasi makam tersebut jadi tempat ziarah jajaran Pemkot Jakarta Barat,” terang Taufik.

Ia menambahkan, makam tersebut oleh Pemprov DKI Jakarta sudah tiga kali dipugar. Pertama Juni 1968, kemudian Juli 1989 dan tahun 2003 oleh mantan Walikota Jakarta Barat, Sarimun Hadisaputra yang kemudian diresmikan tanggal 21 Juni 2004.

Museum Hakka Akan Hadir di TMII



BERITAJAKARTA.COM — 06-08-2012 13:56
Gubernur DKI Jakarta menghadiri peresmian peletakan batu pertama pembangunan Museum Hakka Indonesia dan Pagoda Tujuh Tingkat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (6/8). Dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, keberadaan museum ini diharapkan dapat melestarikan sejarah etnis Tionghoa di Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, peletakan batu pertama ini menjadi momentum untuk meningkatkan suasana kehidupan yang saling menghargai dan saling menghormati. Terlebih, kata Fauzi, sejak dahulu, orang Hakka sebagai salah satu suku di Cina dikenal lebih mementingkan pendidikan ketimbang hanya melakukan bisnis atau berdagang saja.

"Karenanya pembangunan museum ini tepat sebagai sarana pembelajaran atau pendidikan. Saya juga berharap, Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera dapat terus memberikan kontribusi bagi peningkatan kerukunan umat beragama di Jakarta, dan Indonesia pada umumnya," ujar Fauzi Bowo, Senin (6/8).

Kehadiran Museum Hakka, kata Fauzi, nantinya juga diharapkan dapat menunjukkan semakin kuatnya kebersamaan dan toleransi sosial antar suku dan umat beragama di Indonesia.

Ketua Pembangunan Museum Hakka, Iwan Mahatirta menambahkan, museum ini dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di areal Museum Tionghoa, TMII. Nantinya, kata Iwan, di dalam Museum Hakka akan terdapat banyak hal seperti informasi sejarah suku Hakka, koleksi foto, lukisan, benda-benda antik asal Tionghoa dan lain sebagainya. "Foto-foto maupun benda koleksi museum ini akan menceritakan perjalanan orang-orang Hakka ke bumi Nusantara," katanya.

Ditambahkan Iwan, rencananya, pembangunan museum ini akan rampung dalam satu tahun ke depan dengan menelan biaya sebesar Rp 30 miliar.

INFO LAYANAN SIM DAN STNK Keliling Wilayah JAKARTA

LAYANAN SIM DAN STNK
Lokasi Pelayanan SIM & STNK Keliling di wilayah Jakarta Senin, 16 Juli 2012
Jam operasi: 08.00-13.00
Wilayah Lokasi
Jakarta Selatan SIM TMP Kalibata
STNK Stasiun Tanjung Barat
Jakarta Pusat SIM Thamrin City
STNK Kantor Pos Pasar Baru
Jakarta Utara SIM Pos Pol Jembatan Tiga Pluit
STNK GAPEMBRI Kelapa Gading
Jakarta Timur SIM Dealer Honda Dewi Sartika Cawang
STNK TMII (Masjid At-tin)
Jakarta Barat SIM LTC Glodok
STNK Citraland
> Lihat Foto Galeri : Samsat Keliling



Pelayanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan Sim C.
Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa diperpanjang di SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.
Pelayanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun, bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.
Untuk mengetahui jadwal/posisi Samsat-SIM Keliling bisa menghubungi 021-5276001 atau SMS 1717 Traffic Management Center (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Syarat Perpanjangan STNK
Persyaratan Pengesahan STNK/Pembayaran Pajak pada Unit Samsat Keliling:
1. Mengisi Formulir SPPKB yang sekaligus berfungsi sebagai pernyataan tidak terjadi perubahan Spesifikasi Kendaran Bermotor.
2. STNK Asli
3. BPKB Asli
4. Bukti pelunasan PKB / BBN – KB dan SWDKLLJ (SKPD yang telah divalidasi) tahun terakhir.
5. Identitas:
a. Perorangan : Tanda jati diri yang Sah, bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai cukup.
b. Badan Hukum : Salinan akte pendirian, Surat kuasa bermaterai cukup dan ditanda tangani oleh Pimpinan serta dibutuhkan cap badan hukum yang bersangkutan.
c. Intansi Pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD): Surat Tugas / Kuasa bermaterai cukup ditanda tangani oleh Pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.

Syarat Permohonan SIM Komunitas
Masyarakat yang akan membuat atau memperpanjang SIM tidak perlu repot datang ke kantor Satpas SIM di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, tapi cukup menunggu di rumah atau kantor, petugas SIM akan datang.
Dalam Sim Komunitas ini Perusahaan atau Komunitas Warga bisa mengajukan permohonan SIM Komunitas dengan syarat-syarat antara lain:
1.Bisa mengajukan surat permohonan SIM Komunitas ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Up.Direktur Lalu lIntas Polda Metro Jaya.
2.Jumlah pemohon SIM Komunitas maksimal 150 orang dan minimal 30 orang. Dengan Menyebutkan lokasi pelaksanaan pembuatan SIM serta jumlah yang akan mengurus SIM.
3.Surat harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pengurus di RT/RW di kompleks atau perumahan.
4.Menyediakan tempat yang cukup luas karena Pihak Lantas Polda harus membawa dua kendaraan sejenis Bus ke lokasi. Satu Bus untuk ujian teori, satu Bus membawa peralatan praktik SIM.
5.Bagi Pemohon Pembuatan Sim Baru Harus mengikuti ujian namun Bagi pemohon yang akan memperpanjang SIM, cukup melampirkan KTP sesuai identitas di SIM.
6.Waktu pelaksanaan jam kerja, pukul 08.00-16.00.

Syarat Peningkatan Golongan SIM 
 SIM A - A Umum 
a. Umur minimal 20 tahun.
b. SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani serta lulus ujian Psikologi.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

SIM A - B 
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

SIM B I - B I Umum 
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

SIM B I - B II
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

SIM B II - B II Umum
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM B II-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

Persyaratan SIM Internasional
1. KTP asli & Foto copy
2. Paspor asli & Foto copy
3. SIM yg masih berlaku
4. KITAP asli & Foto copy (Utk WNA)
5. Materai Rp. 6.000
6. Pas Foto 4x6 3 lembar terbaru (untuk Pria berdasi & Wanita menggunakan Blezer. Latar belakang photo biru)
Berdasarkan PP 50 Tahun 2010 tentang PNBP yang berlaku di Kepolisian Negara Republik Indonesia
SIM Internasional Baru: Rp. 250.000
SIM Internasional Perpanjang: Rp. 225.000
Lokasi pembuatan:
Korlantas Polri
Jalan Letjen Haryono MT Kav 37-38
Jakarta 12770
Telp: 021-7989702

Lokasi Pelayanan Drive Thru dan Gerai STNK
Lokasi Kantor Samsat Drive Thru untuk perpanjangan STNK:1. Wilayah Jakarta Selatan di Jalan Sudirman No. 55
2. WIlayah Jakarta Timur di Jalan DI. Panjaitan, Kebon Nanas
3. Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat di Jalan Gunung Sahari (dpn WTC Mangga Dua).4. WIlayah Jakarta Barat di Jl. Daan Mogot KM 14
Lokasi Gerai STNK:
1. Mall Taman Palm Jalan Kamal Raya Outer Ring Road Cengkareng, Jakbar No. Telp 021-5435181
2. PGC (Pusat Grosir Cililitan) Jalan Mayjen Soetoyo No. 76 Cililitan Jaktim Telp 021-30019792
3. Mall Artha Gading Jalan Artha Gading Selatan, Jakut Telp 021-45864131
4. Mall Gandaria City
Jam Pelayanan:
Untuk Hari Senin s/d Jumat : Mulai Pukul 08.00 s/d 14.00 Wib
Untuk hari Sabtu : Mulai Pukul 08.00 s/d 12.00 Wib
Bagi masyarakat yang akan memperpanjang STNK, untuk tidak berhubungan dengan calo.
Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Jalan Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan Telp : 021-52960770
SMS : 1717
email: tmc@lantas.metro.polri.go.id
(Sumber: TMC Polda Metro Jaya)
Dikutip dari :
http://www.wartakotalive.com/layanan_umum/direktori/1

INFO TELEPON PENTING JAKARTA

TELEPON PENTING
 
DKI JAYA 113
1. Polda Metro Jaya 570-9261
2. Polisi (piket) 525-0110 / 510-110
3. Pengaduan Polisi 110
4. Dinas Kebakaran 371-309 / 374-766
5. Informasi Layanan Pos 161
6. Pelayanan Gangguan PLN 123
7. Penerangan HIV/AIDS 163
8. Posko Bencana Alam 129
9. Ambulans 118
10. Komnas HAM 392-5230
11. PMI Jakarta 390-9422

JAKARTA PUSAT
1. Polres 390-9922
2. Dinas Kebakaran 384-1216 / 344-1494
3. RS Cipto Mangunkusumo 330-808 / 337-507
4. Cikini DGI 336-961 / 310-7792 / 336-475
5. St. Carolus 390-4441
6. RS. Islam Jakarta 424-4308
7. RSPAD Gatot Subroto 344-1008 / 376-134
8. RSAL Dr. Mintoharjo 570-3081 / 570-3036
9. RS. Budi Kemuliaan 384-2828 / 384-4728
10. RS. Yarsi 424-1859
11. RS. Karantina 491-812
12. RS. Pelni 530-6906
13. RS. Ridwan Meuraksa 315-0535
14. RS. Thamrin 390-4422

JAKARTA SELATAN
1. Polres 720-6011
2. Dinas Kebakaran 769-4519 / 750-0113
3. RS Pondok Indah 769-7525
4. RS Pusat Pertamina 720-0290
5. RS Fatmawati 750-1524
6. RS MMC 520-3441
7. RS Jakarta 573-2241
8. RS Tebet 830-7540
9. RS Mata Aini 256-228 / 520-3866
10. RS Harapan Kartini 789-1843 / 780-4381

JAKARTA UTARA
1. Polres 491-017
2. Dinas Kebakaran 493-045 / 491-063
3. RS Atmajaya 669-1909 / 669-0771
4. RS Koja 498-478
5. RS Sukmul Jakarta 430-1269
6. RS Medika Griya 689-877
7. RS Sunter Agung 687-813 / 681-814

JAKARTA BARAT
1. Polres 548-2371
2. Dinas Kebakaran 568-2284 / 566-6313
3. RS Husada 626-0108 / 649-0090
4. RS Sumber Waras 568-2011 / 568-4093
5. RS Jantung Harapan Kita 568-4085
6. RS Graha Medika 530-0887
7. RS Jiwa Jakarta 568-2842 / 568-2843
8. RS Tresna Pangestuti 548-1625 / 548-1262
9. RS Dharma Jaya 639-3627 / 659-7780

JAKARTA TIMUR
1. Polres 819-1478
2. Dinas Kebakaran 819-3443 / 858-2150
3. RS Persahabatan 489-1708
4. RS UKI 809-2317 / 809-2831
5. RS POLRI Kramat Jati 809-0559 / 809-3288
6. RS Mitra Keluarga Jatinegara 280-0666, 280-0777, 280-0888, 280-0999
7. RS AU Halim PK 472-3402 / 471-4973
8. RS Pasar Rebo 840-0109 / 840-1127

PELAYANAN MASYARAKAT
1. SAR 352-111
2. PRO BANJIR JAYA 819-7309
3. Informasi PAM JAYA 392-0133
4. Informasi Tol PT Jasa Marga 801-1735

POSKO BANJIR
1. Piket Tinggi DKI 384-7113
2. Jakarta Utara 430-1124 / 490-591
3. Jakarta Pusat 384-6608 / 380-3302
4. Jakarta Barat 566-8264
5. Jakarta Timur 819-2172 / 819-1509
6. Jakarta Selatan 722-0388
7. Bekasi 884-4232 / 884-233
8. Tangerang 552-367 / 552-3676

AMBULANS
1. Ambulans JKK 119
2. Ambulans Kecelakaan 118 / 334-030

DINAS KEBAKARAN
1. Dinas Kebakaran DKI 384-4215
2. Pemadam Kebakaran 113
3. Jakarta Selatan 769-4519 / 750-0113
4. Jakarta Barat 568-2284 / 566-6313
5. Jakarta Timur 858-2150 / 819-3443
6. Jakarta Utara 493-045 / 491-063
7. Jakarta Pusat 384-1216 / 344-1494
8. Tangerang 552-3676
Kalau anda mengalami atau menyaksikan tindak kejahatan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, hubungi segera petugas operasional Bakorstanasda Jaya melalui :
1. Radio panggil (starpage) dengan pesawat: 390-2222
2. Jakarta Pusat 19201
3. Jakarta Utara 19202
4. Jakarta Barat 19203
5. Jakarta Selatan 19204
6. Jakarta Timur 19205
7. Bekasi 19207

PENERBANGAN
1. Bandara SOEKARNO-HATTA: 550-5179 / 550-5307 / 550-5308 / 550-5309
2. Air France 520-2262
3. Air New Zealand 573-8195
4. American Airlines 231-1132
5. British Airways 521-1500
6. Bouraq Indonesia 629-5364
7. Canadian Airlines 323-730
8. Cathay Pacific 380-6664
9. China Airlines 570-6088
10. Eva Air 520-5808
11. Emirates 373-756
12. Finnair 570-4024
13. Garuda Indonesia 570-6155 / 251-2242
14. Japan Airlines 570-3883
15. KLM Royal Dutch 2526730, 2526740
16. Korean Air 521-2180
17. Lufthansa 570-2015
18. Malaysian Airline 314-0909
19. Merpati Nusantara 424-7404
20. Philippine Airlines 381-0949
21. Saudi Arabian Airlines 571-0615
22. Sempati Air 865-1612
23. Silkair 520-8018
24. Singapore Airlines 570-4422 / 520-6881
25. Swiss Air 378-006
26. Thai Airways 314-0607 / 330-816

TAKSI
1. Avis Rent A Car 314-2900
2. Blue Bird 7941234- 7981001
3. Express Taxi 570-9009 / 570-9010
4. Gamya 325-607 / 314-3000
5. Jakarta Int'l 314-3777
6. Kosti 780-1333
7. Silver Bird 794-1234 / 798-1001
8. Queen 641-0001
9. Dian 580-7080 / 425-0505
10. Royal 850-0888
11. Steady Safe 314-3333

STASIUN KERETA API
1. Gambir 386-2363
2. Jakarta Kota 692-8515
3. Jatinegara 819-2318
4. Manggarai 829-2444
5. Pasar Senen 421-0006
6. Tanah Abang 384-0048
7. Cikini 314-7787
8. Tanjung Priok 491-978

POLISI PENGAWALAN NASABAH BANK
1. Polda Metro Jaya 110 / 523-4007 / 523-4241 523-4242
2. Polres Metro Jakbar 110 / 548-2371
3. Polres Metro Jakut 110 / 491-017 / 490-044
4. Polres KP3 110 / 492-424
5. Polres Metro Jakpus 110 / 390-9921 /390-9922 / 390-9925
6. Polres Metro Jaktim 110 / 819-1768 / 819-1764
7. Polres Metro Jaksel 110 / 720-6004, 720-6006 / 720-6011 / 720-6012 / 720-6013
8. Polres Metro Bekasi 110 / 884-1001
9. Polres Metro Tangerang 110 / 551-8668 / 551-5405 / 552-3160
10. Polres Metro Depok 110 / 775-9910 - 752-0014

JIKA ADA MASALAH DIJALAN TOL DAPAT MENGHUBUNGI SBB:
1. Jaya I Cawang - Grogol - Bandara 082 198 1166
2. Jaya II Cawang - Priok - Pluit 430 0601 psw. 151
3. Jaya III Cikunir - Cakung 082 198 1196
4. Jaya IV Pd. Pinang - Kp. Rambutan 082 198 1169
5. Jaya V dan VI Jagorawi - Cikampek - Tanggerang 798 9702
6. PT. Jasa Marga 801 1735, 800 7736, 08 002 1997 (BEBAS PULSA)
UNTUK MINTA BANTUAN /INFORMASI SEBELUM KITA MASUK KEJALAN TOL TERSEBUT DIATAS.

Sumber :
http://www.wartakotalive.com/layanan_umum/direktori/8

Info No Telepon Penting Jakarta >> KODAM JAYA

KODAM JAYA

KODIM JAKARTA TIMUR

JL. SENTRA PRIMER BARU TIMUR-P. GEBANG
Telp. 4804719

KODIM JAKARTA SELATAN

JL. CIPUTAT RAYA-TANAH KUSIR
Telp. 7203070

KODIM JAKARTA BARAT

JL. LETJEN. S. PARMAN
Telp. 5671189

KODIM JAKARTA UTARA

JL. YOS SUDARSO
Telp. 6512584

KODIM JAKARTA PUSAT

JL. ANGKASA KAV. B 11/1 KEMAYORAN
Telp. 6540103

KODAM JAYA

JL. LETJEN. SUTOYO JAKTIM
Telp. 8090837

Sumber :
beritajakarta.com